Header Ads


Bantuan untuk Rohingya Menumpuk di Bangladesh, Pemerintah Alihkan ke Myanmar

Prajurit TNI Angkatan Udara memasukkan bantuan kemanusiaan Rohingya di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9/2017). Sebanyak 34 ton bantuan berupa beras, bahan siap saji, tenda, dan selimut dikirimkan lewat empat pesawat Hercules ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya.


NASIONAL, AGEN SAKONG ONLINE -  Pemerintah Indonesia akan menghentikan sementara penyaluran bantuan kemanusiaan melalui Bangladesh untuk para pengungsi dari Myanmar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei menjelaskan, langkah itu dilakukan karena telah menumpuknya bantuan yang juga datang dari beberapa negara lain.

"Untuk sementara ini kita tidak kirim bantuan ke Bangladesh, karena sudah menumpuk dari negara-negara lain. Sekarang, kita mengarah ke Myanmar," kata Willem dalam konferensi pers yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2017).

Adapun jumlah bantuan yang dikrimkan pemerintah Indonesia ke Bangladesh sudah mencapai 78 ton.

Bantuan tersebut terdiri dari berbagai jenis kebutuhan para pengungsi, di antaranya makanan siap saji, sarung, selimut dan mesin genset.

Selanjutnya, kata dia, bantuan kemanusiaan akan ditujukan untuk para pengungsi yang berada di Rakhine State, Myanmar.

Pemberian bantuan akan disampaikan melalui pemerintah Myanmar. Saat ini, kata Willem, tengah diurus berbagai hal terkait perizinan.

Willem berharap, bantuan tersebut dapat segera dikirim. Pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan tim pemantau guna memastikan bantuan yang akan diserahkan melalui Pemerintah Myanmar benar-benar sampai kepada pengungsi di Rakhine.

"Kita mengirimkan tim seperti ke Bangladesh. Ada BNPB, Kemenlu, TNI AU mengirimkan tim AJU duluan," kata dia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.