Header Ads


Buwas: Freddy Budiman Pembunuh Massal, Setelah Dieksekusi Malah Jadi Seperti Pahlawan

Buwas: Freddy Budiman Pembunuh Massal, Setelah Dieksekusi Malah Jadi Seperti Pahlawan

Semarang - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyebutkan video testimoni Freddy Budiman yang masih ada di Kemenkum HAM belum bisa dijadikan barang bukti terkait "nyanyian Freddy Budiman".

"Artinya Video itu kan cerita, semua cerita, perlu dibuktikan dengan fakta, kita cari fakta. Tidak bisa kalau cerita apalagi oleh seorang tersangka. Tersangka itu kan bisa cerita saja," kata Budi Waseso usai memberi pengarahan acara Pembekalan dan Pengukuhan Kader Pemuda Anti Narkoba Provinsi Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (25/8/2016).

Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyayangkan "nyanyian Freddy Budiman" itu ramai setelah Freddy dieksekusi mati sehingga tidak bisa lagi klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan. Selain itu hanya berupa cerita tanpa bukti.

"Kalau dilakukan sebelum eksekusi, bisa kita klarifikasi, cek kebenaran. Sekarang tidak mungkin lagi," tegasnya.

"Kalau ada nilai hukum bisa (jadi alat bukti). Kalau cerita, tidak bisa," imbuh Buwas.

Terkait aliran dana, lanjut Buwas, sudah ada kerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusurinya dan sampai sejauh ini belum ada aliran dana mencurigakan terkait kasus Freddy ke oknum Polri maupun BNN.

"Termasuk BNN dan Polri yang dicurigai itu oleh PPATK sudah ditelusuri. Penelusuran rekening anggota BNN sudah dilakukan. Sampai sejauh ini belum ditemukan aliran mencurigakan berkaitan dengan itu. Tapi ditelusuri pembuktian lain, misal ada pemberian sesuatu," terangnya.

Buwas juga mengatakan kepada 400 kader Pemuda Anti Narkoba dari 10 Kabupaten di Jawa Tengah bahaya narkoba termasuk menjelaskan sepak terjang Freddy melakukan "pembunuhan massal" lewat narkoba karena tetap beraksi meski di balik jeruji besi. Ironisnya akhir-akhir ini Freddy dianggap pahlawan dengan nyanyiannya.

"Freddy itu pembunuh massal. Setelah dia dieksekusi, dia malah jadi seperti pahlawan. Seolah rekayasa aparat, korban. Ini upaya melemahkan aparat agar bandar tetap eksis," ujar Buwas kepada para kader Pemuda Anti Narkoba.

(hen)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.