Header Ads


Pusing Setelah Berhubungan Seks? Mungkin Ini 7 Penyebabnya!



Majalahqqhoki - Untuk beberapa kasus, merasa pusing setelah hubungan seks adalah hal yang wajar. Seringkali itu disebabkan oleh stres yang mendasarinya ataupun karena perubahan posisi yang terlalu cepat.

Namun, rasa pusing ini harus mulai kamu waspadai kalau muncul beserta dengan gejala lain. Ini 7 penyebab yang harus kamu waspadai beserta dengan gejala lain yang menyertainya.


1. Tekanan darah rendah

Tekanan darah seseorang bisa berfluktuasi sepanjang hari. Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk tingkat stresmu, posisi tubuh, waktu, dan pernapasan. Terkadang, pusing adalah tanda tekanan darahmu rendah.

Kalau kamu mengalami pusing sesekali, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Kamu harus mulai mencari pertolongan dokter kalau pusingmu disertai dengan penglihatan yang kabur, mual, sulit berkonsentrasi hingga pingsan.


2. Gula darah rendah

Gula darah rendah, atau hipoglikemia, terjadi ketika kadar glukosa dalam darahmu turun di bawah batas normal. Meskipun gula darah rendah lebih umum pada penderita diabetes, ini bisa terjadi pada siapa saja. Ini dikenal sebagai hipoglikemia nondiabetes.

Sangat umum untuk merasa pusing ketika gula darahmu rendah. Kamu mungkin juga akan merasa lapar, gelisah, mudah tersinggung, dan sakit kepala ringan. Hal ini bisa terjadi setelah beberapa jam tanpa makan ataupun minum. Bisa juga setelah mengkonsumsi banyak alkohol. Kalau gejalamu sangat parah dan sampai mengganggu kualitas harimu, segera kunjungi dokter.


3. Kondisi jantung

Kalau pada dasarnya kamu memang memiliki masalah jantung, kamu harus waspada kalau merasa pusing setelah berhubungan seks. Apalagi jika rasa pusing disertai dengan sesak napas, bengkak di kaki, sakit dada atau juga kelelahan. Kalau kamu mengalami gejala ini meskipun tidak memiliki masalah jantung sebelumnya, jangan segan untuk segera memeriksakannya ke dokter sesegera mungkin.


4. Konsumsi obat-obatan

Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan untuk disfungsi ereksi bisa mengalami sakit kepala setelah hubungan seks. Obat-obatan ini seperti ildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra).

Obat-obatan ini meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darahmu. Meskipun peningkatan nitrat oksida ini bisa meningkatkan aliran darah ke penis, itu juga dapat menyebabkan pusing. Efek samping lainnya bisa seperti rasa sakit di otot, mulas hingga diare.


5. Kegelisahan

Kegelisahan baik yang sedang berlangsung atau situasional bisa menyebabkan detak jantungmu melonjak dan napasmu menjadi pendek. Hal ini kadang-kadang bisa menyebabkan pusing hingga hiperventilasi. Kegelisahan adalah perasaan yang umum, terutama ketika berhubungan dengan seks. Kamu tidak harus memiliki diagnosis gangguan kecemasan (anxiety disorder) untuk mengalaminya.

Banyak orang merasa cemas dalam hubungan baru atau saat berhubungan seks untuk pertama kalinya. Bisa juga saat mengalami masalah dalam hubungan maupun karena rasa sakit atau pengalaman traumatis sebelumnya. Kalau kamu berpikir bahwa gejalamu terkait dengan kegelisahan, kamu mungkin bisa berbicara dengan pasanganmu atau orang terdekatmu lainnya tentang apa yang kamu rasakan untuk bisa mengurangi kegelisahanmu.


6. Positional Vertigo (BPV)

Benign positional vertigo (BPV) adalah penyebab vertigo yang paling umum. Ini menyebabkanmu merasakan sensasi berputar tiba-tiba. Kamu bisa mengalami pusing ringan hingga yang intens kalau kamu mengalami BPV.

BPV dipicu dengan mengubah posisi kepalamu, seperti ketikakamu berbaring atau duduk di tempat tidur. Kamu mungkin juga mengalami mual atau muntah. Serangan BPV biasanya berlangsung kurang dari satu menit.


7. Sakit kepala karena orgasme

Dalam beberapa kasus, aktivitas seksual dan orgasme bisa menyebabkan sakit kepala dan pusing. Penyebab pastinya belum jelas, tetapi para peneliti menduga bahwa mereka dipicu oleh peningkatan cepat detak jantung dan tekanan darah.

Meskipun sakit kepala ini bisa mempengaruhi siapa pun, sakit kepala karena orgasme lebih sering terjadi pada pria. Rasa sakit biasanya berasal dari bagian belakang kepala dan dirasakan di kedua sisi tengkorak. Ini bisa berlangsung dari satu menit sampai 72 jam. 

Rasa pusing dan sakit kepala adalah hal yang wajar dialami oleh seseorang sesekali. Namun kalau rasa pusingmu disertai dengan gejala-gejala lainnya seperti yang di atas, segera temui dokter ya.





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.