Header Ads


Satu Pelaku Penembakan Polisi di Baton Rouge Tewas, Pelaku Lainnya Diburu

Satu Pelaku Penembakan Polisi di Baton Rouge Tewas, Pelaku Lainnya Diburu

Baton Rouge - Salah satu pelaku penembakan yang menewaskan tiga polisi di wilayah Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, dilaporkan telah ditembak mati oleh polisi.

Dilansir AFP, Senin (18/7/2016), polisi memastikan satu orang pelaku penembakan telah tewas terkena timah panas polisi.

"Kami percaya orang yang menembak dan membunuh petugas kami, adalah orang yang ditembak dan tewas di tempat kejadian," kata Inspektur Polisi Louisiana Kolonel Mike Edmonson kepada wartawan.

"Tak berapa lama kemudian dari serangan tersebut, polisi langsung memeriksa lokasi penembakan dengan robot untuk memastikan tidak ada bahan peledak, ujar Juru Bicara Kepolisian Baton Rouge L'Jean Mckneely.

Polisi berjaga (Foto: Sean Gardner/AFP)

Polisi mengatakan, mereka masih memburu tersangka lainnya yang telah diketahui ciri-cirinya. Polisi meminta masyarakat sekitar lokasi kejadian untuk waspada terhadap orang-orang berpakaian hitam dan membawa senjata laras panjang.

Banyak yang menyatakan kasus penembakan ini masih ada hubungannya dengan kasus kematian dua warga kulit hitam, Philando Castile di Minnesota dan Alton Sterling di Louisiana yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun polisi kepada CNN melihat kasus ini belum ada keterkaitan dengan masalah ras.

Diberitakan sebelumnya, penembakan itu terjadi pada Minggu (17/7) di sekitar wilayah Hammond Aire Plaza di Airline Highway sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Tiga orang polisi yang terluka dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat terkena tembakan.

Polisi menyebut, awalnya mereka menerima laporan adanya orang yang berjalan menenteng senjata di lokasi kejadian. Ketika polisi mendatangi lokasi menindaklanjuti laporan itu, terjadi kontak tembak.

Helikopter polisi berpatroli di udara (Foto: Sean Gardner/AFP)

Barack Obama juga telah menyatakan sikapnya dengan mengutuk keras serangan terhadap penegak hukum ini. Dia bersumpah bahwa keadilan akan ditegakkan.

"Kami mungkin belum mengetahui motif serangan ini, tapi aku ingin satu hal dipahami secara jelas: tidak ada pembenaran untuk kekerasan terhadap penegakan hukum," ujar Obama.

"Penyerangan ini adalah pekerjaan pengecut!" tegasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.