Header Ads


Berdasarkan Riset Ilmiah, Ini 9 Kebiasaaan Harian Orang Bahagia! Apakah Anda Termasuk Salah Satunya!



Kebahagiaan adalah hal yang sangat subjektif. Bagi beberapa orang, itu bisa terpancar dari hubungan yang sehat, saling peduli dan suportif. Bagi beberapa orang lainnya, itu soal memiliki hal-hal bagus dan waktu untuk menikmatinya.

Bisa jadi juga merupakan perasaan terkurung yang pada akhirnya berhasil berontak bebas yang membuat kita paham kapabilitas kekuatan kita. Itulah yang membentuk kita sebagai manusia.

Terlepas dari apapun definisimu soal bahagia, orang-orang bahagia di negara paling bahagia di dunia ternyata memiliki kebiasaan mental yang jauh berbeda dibandingkan orang pada umumnya. Baca penjelasan ilmiahnya secara lengkap di sini!


1. Mereka menghabiskan waktu yang sangat sebentar atau gak sama sekali di Facebook atau Instagram (atau di media sosial serupa)

Banyak penelitian telah dilakukan terkait bagaimana penggunaannya bisa berpengaruh pada kehidupan seseorang. Faktanya, para peneliti menemukan bahwa semakin sering kamu menggunakan Facebook, maka semakin buruk perasaan kegelisahanmu. Selain itu keluar dari jaringan media sosial ternyata membawa pada level kemakmuran yang lebih tinggi.


2. Mereka gak terlalu banyak menebarkan foto sedih atau berita sedih terkait orang sekitar mereka maupun diri mereka sendiri

Berdasarkan penelitian yang dipublikasi dalam Personality and Social Psychology Bulletin, orang yang terlalu banyak menebarkan hal tentang kehidupan cinta mereka di Facebook sebenarnya memiliki hubungan yang lebih goyah. Penelitinya mengatakan bahwa orang merasa cemas tentang perasaan pasangan mereka terhadapnya, jadi mereka memposting lebih banyak soal hubungan mereka di Facebook lebih dari kebanyakan lainnya.


3. Mereka mendapatkan waktu tidur yang cukup

Seorang peneliti dari University of Warwick di Inggris menemukan bahwa meningkatkan kualitas dan kuantitas tidurmu itu sama menyehatkan serta membahagiakannya dengan memenangkan undian. Berdasarkan para peneliti, semua orang memang seharusnya tidur setidaknya 7 jam saat malam. Ada banyak cara agar kamu bisa melakukannya juga.


4. Mereka gak berbohong - bahkan berbohong kecil-kecilan demi kebaikan

Seorang peneliti dari University of Notre Dame menemukan bahwa ketika seseorang menurunkan keseringan berbohong mereka selama 10 minggu, mereka terbukti mengalami peningkatan kesehatan fisik dan mental yang signifikan.


5. Mereka "menyedekahkan" dan membagi waktu serta uangnya demi orang yang benar-benar menbutuhkan

Survey membuktikan mereka yang tergolong "sangat bahagia" itu melakukan kegiatan amal setidaknya rata-rata 5,8 jam per bulan. Sedangkan mereka yang tergolong "gak bahagia" itu hanya menyisihkan rata-rata 0,6 jam dalam sebulan untuk kegiatan beramal.

Para peneliti dari University of Notre Dame juga menemukan bahwa mereka yang menyedekahkan atau mendonasikan 10 persen dari penghasilan bulanan mereka ternyata lebih gak depresi daripada mereka yang bersedekah kurang dari itu. Menjadi baik secara emosional juga akan terbayar kok - mereka yang sedia dan baik kepada orang lain secara signifikan lebih baik dalam kesehatannya.


6. Mereka lebih aktif secara fisik

Sementara banyak penelitian menghubungkan olahraga terencana dengan meningkatnya kebahagiaan serta kesehatan, para peneliti dari universitas di Cambridge menemukan korelasi di antara pergerakan sederhana dengan kebahagiaan. Partisipan penelitian cenderung menilai mereka bahagia jika mereka berjalan atau melakukan aktivitas lain yang gak membebani - setidaknya lebih baik daripada sekedar duduk atau berbaring.


7. Mereka menghasilkan cukup dan lebih banyak uang

Pemahaman bahwa "uang gak bisa membuatmu bahagia" gak sepenuhnya benar. Para peneliti Princeton menemukan bahwa kebahagiaan orang meningkat seiring meningkatnya penghasilan, namun hanya sampai pada level penghasilan US$ 75.000 atau sekitar 1 milyar rupiah.

Setelah melewati batas itu, uang gak berpengaruh banyak pada kebahagiaan seseorang. Jadi, walaupun berusaha menghasilkan jutaan uang gak bisa membuatmu jauh lebih bahagia daripada pendapatan pas-pasan, setidaknya ketahui bahwa kekurangan bisa membuat hidupmu gak bahagia, berjuang lah.


8. Mereka sangat mudah bersyukur

Para ilmuwan di University of Miami melakukan penelitian yang di dalamnya mereka meminta tiga grup partisipan untuk menulis tentang topik tertentu tiap minggunya. Salah satu menulis soal hal-hal yang membuat mereka bersyukur. Satunya lagi menulis tentang hal-hal yang membuat mereka kesal dan jengkel selama seminggu ini. Sedangkan yang lainnya menulis hal-hal sembarangan yang perasaannya gak fokus pada bersyukur maupun kesal.

Setelah 10 minggu, mereka yang menulis tentang hal-hal membuat bersyukur ternyata lebih optimis dan memiliki perasaan yang lebih baik soal hidup mereka. Mereka juga jadi lebih banyak aktif serta berolahraga dan lebih jarang menemui dokter dibandingkan para partisipan yang fokus pada hal-hal menyebalkan ataupun yang perasaannya sembarangan.


9. Mereka fokus pada apa yang ada di sini dan saat ini

Memang akan susah untuk bahagia jika kamu terus mengungkit masa lalu atau terus khawatir soal masa depan. Faktanya, orang-orang yang paling bahagia itu berkonsentrasi pada kejadian saat ini. Itu adalah hasil penemuan dari peneliti kebahagiaan, Matt Killingsworth yang menciptakan aplikasi iPhone untuk merekam perasaan orang-orang dalam real time.

Aplikasi tersebut mengirimkan notifikasi pada pengguna dan memberikan mereka pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan sebelum menerima notif tersebut. Datanya yang terdiri dari laporan real-time berjumlah 650 ribu oleh lebih dari 15 ribu pengguna, menunjukkan bahwa orang cenderung kurang bahagia jika pikiran mereka ke mana-mana, dibandingkan dengan mereka yang fokus dengan apa yang mereka lakukan saat itu. Walaupun kegiatan yang mereka lakukan saat itu sesuatu yang gak terlalu produktif seperti sedang dalam perjalanan.

Apakah kamu sendiri sudah termasuk orang yang bahagia berdasarkan definisi aktivitas di atas? Yang mana yang sudah kamu lakukan dan yang mana yang belum?

Share di kolom komentar ya dan berbagi dengan orang lain tentang bagaimana caramu bahagia! Pokoknya, apapun itu, demi kesehatan fisik dan mental, jangan lupa bahagia ya!





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.