Header Ads


Korut Tanam Ranjau Baru di Zona Demiliterisasi, PBB Mengecam

Korut Tanam Ranjau Baru di Zona Demiliterisasi, PBB Mengecam

Mancanegara, Pyongyang - Militer Korea Utara (Korut) dilaporkan menanam ranjau baru di Zona Demiliterisasi (DMZ) dekat perbatasan Korea Selatan (Korsel). Tindakan Korut ini menuai kecaman Komando PBB, yang mengawasi zona tersebut.

Dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap, yang mengutip keterangan seorang pejabat Korsel, bahwa ranjau-ranjau itu ditanam di dekat desa Panmujom, yang masuk di wilayah DMZ, yang dikuasai kedua Korea serta diawasi militer Amerika Serikat.

"Militer Korea Utara terlihat menanamkan beberapa ranjau, pekan lalu, di sisi Korut dari 'Bridge of No Return'," sebut pejabat yang enggan disebut namanya itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (23/8/2016).

Jembatan itu membentang di atas sungai yang memisahkan kedua Korea. Ranjau-ranjau itu ditanam di sisi wilayah Korut.

DMZ dipenuhi ranjau selama bertahun-tahun, namun kedua negara tidak pernah menanam ranjau baru. Meskipun tahun lalu, dua tentara Korsel luka-luka terkena ranjau, yang diklaim Korsel ditanam Korut. Menanggapi insiden itu, Korut menyatakan penyesalan, namun tidak mengakui pihaknya yang menanam.

Perang Korea tahun 1950-1953 diakhiri dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai secara resmi. Dengan situasi itu, secara teknis kedua negara masih dalam perang hingga kini. Komando PBB, yang dipimpin militer AS, bertugas mengawasi gencatan senjata antara kedua negara sejak saat itu.

Dalam pernyataannya, Komando PBB mengecam keras aktivitas militer Korut itu. "Kehadiran alat apapun atau amunisi di dalam atau dekat jembatan itu, secara serius membahayakan keselamatan warga dari kedua belah pihak," sebutnya.

Komando PBB juga menyebut, ribuan pengunjung yang seringkali anak-anak sekolah sering mengikuti tur di wilayah DMZ. Namun Komando PBB enggan berspekulasi soal alasan militer Korut menanam ranjau baru. Sedangkan Yonhap yang mengutip sumber militer menyebut, ranjau baru itu mungkin menjadi upaya Korut untuk mencegah tentara garda depannya membelot ke Korsel.

DMZ yang memisahkan wilayah kedua Korea, dipenuhi menara pengawas dan ranjau. Berlaku sebagai buffer zone, DMZ membentang masing-masing 2 kilometer dari garis perbatasan resmi kedua Korea.

(hen)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.